BukanPemimpin yang hobi mengumbar janji dan sekedar pengharapan. Kamu bilang ini Merdeka Tapi rakyat masih menderita Kamu bilang rakyatmu hidup tenteram dan bahagia Kalau saja kamu tahu masih ada yang makan sepiring untuk bertiga. Baca juga: Kumpulan Puisi Chairil Anwar Tentang Perjuangan untuk Memperingati HUT ke-76 RI 17 Agustus 2021. 7.
TentangAbdi Negara💥 PUISI. Indonesia merdeka mencapai angka ke-76. Masih dengan pemimpin negara yang sama. Banyak kaum muda yang tumbuh sebagai Abdi Negara. namun masih terlalu cuek dan santai.
ContohPuisi Bertema Tentang Pahlawan Pendek Tapi Penuh Arti dan Menyentuh Hati Semakin mendekati dengan hari pahlawan, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghargai jasa yang telah diberikan kepada Indonesia untuk meraih kemerdekaan. Salah satunya dengan membuat puisi dengan tema tentang pahlawan dan segala perjuangan yang dilakukan.
Anugrahkanpetunjuk dan tuntunan-Mu. Kepada bangsa Indonesia. Agar senantiasa berada dijalan kebenaran. Jalan yang menuju kesejahteraan. Jalan yang menuju ketentraman. Ya Tuhanku yang maha bijaksana. Anugrahkanlah berkah dan perlindungannmu. Kepada negeri kami negerri republik Indonesia. Agar senantiasa subur makmur.
WawancaraBersama Anies Baswedan tentang Kepemimpinan. Anies dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, Anies Baswedan (47 tahun) merupakan salah satu sosok pemimpin muda paling ideal memimpin Indonesia di masa depan.
Akupernah jadi pemimpin. Seribu dua ratus kali lupa, tujuh juta enpat ribu sembilan ratus kali berdusta, seratus empat puluh lima kali antara lupa dan tidak sengaja. Ini yang tercatat di buku harianku, entah kalau di buku amal para malaikat. Mungkin berlipat. Hanya sekali. Hanya sekali kesalahan fatal yang ku ingat.
Hinggaia menjadi tikus Negara Tikus yang lapar Lapar akan lembaran kertas berharga Lembaran kertas milik rakyat Kau tak layak jadi pemimpin Karya: Yuliani Setyaning Riski (2017) #6 Puisi Sang Koruptor. Nah itu tadi Kumpulan Puisi Tentang Kejahatan Korupsi semoga puisi di atas bermanfaat dan dapat dijadikan sebuah renungan untuk kita
Puisiyaitu karya yang terdiri dari kata-kata yang bermakna. Menurut Herman J. Waluyo (1987), puisi ialah suatu bentuk karya sastra yang dengan imajinatif mengungkapkan pikiran serta perasaan penyair kemudian tersusun dari pemusatan struktur fisik serta struktur internalnya. Pusisi Tentang Cita - Cita
Inilahtafsir mimpi bertemu pemimpin negara dan ulasan lain mengenai hal-hal yang masih ada kaitannya dengan tafsir mimpi bertemu pemimpin negara yang Anda cari. Berikut ini tersedia beberapa artikel yang menjelaskan secara lengkap tentang tafsir mimpi bertemu pemimpin negara. Klik pada judul artikel untuk memulai membaca.
Melaluipuisi yang dihasilkan oleh Usman Awang atau Tongkat Warrant terdapat beberapa pemikiran yang telah diangkat oleh beliau iaitu pemikiran tentang "Sikap Negatif Penjajah British". Puisi ini dikarang sekitar 1950-an iaitu sebelum kemerdekaan Tanah Melayu yang merupakan pandangan beliau terhadap kekejaman British.
DalamUndang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan bahwa desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan
PuisiTentang Pahlawan Selasa, 31 Januari 2017. 5 Teknik Dasar Permainan Bola Basket . 5 Teknik Dasar Permainan Bola Basket Beserta Gambarnya. Bola Basket February 1, 2017 (Fizal Al - Aziz) thehunterslamdunk.blogspot.com:
XH1e. Berikut ini adalah puisi untuk penguasa negeri dengan judul puisi mungkin lewat ini, berisi kata mengagumi dan kata kata sindiran untuk pemimpin yang tidak kata kata kekecewaan terhadap pemerintah dalam bait puisi politi berbentuk kritikan karena ketidakadilan yang dipublikasikan berkas puisi untuk penguasa negeri bercerita seperti puisi sindiran untuk atasan yang tidak adil atau berkisah serupa puisi tentang pemimpin negara yang tidak menghargai lebih jelasnya puisi sentilan untuk para Penguasa negeri disimak saja puisi tentang kritik penguasa dibawah ini berjudul mungkin lewat LEWAT INI Oleh Jeff ana baba1//PahamilahTiap puisi yang kuaksarakanDalam kata-kata yang sederhanaDalam makna yang biasaBerliaran kata tak beraturanMengagumimu dalam bait-baitnyaMenjadikanmu tulang rusuk hidupHingga terhanyut dalam dongeng-dongengCinta dan ceritaAku mengagumimu untuk bersama dalam gubuk sederhanaYang didalamnya bersatu keluarga-keluargaMelarat cacat tanpa emas berkaratMengagumimu,sebab kata cintamu dahuluMembuatku tertunduk luguAku rela menyatukan keluargakuDari berbagai pelosok,Dari yang menetes terik gerobakDari yang berjamu sampah untuk hidupDari yang mengantri koran lampu merahDari yang terbujur kaku menunggu matiBerkumpulUntuk Memilihmu sebagai kekasihYang damai hingga kita bersatu bersulangDuka citaMenepis kesedihan dengan canda dan tawaHingga rukun merangkul anak cucuLaluKita berjanjituk saling melindungiWalaupun nanti aku terburuk pada jalanan kota,Pada jembatan-jembatan tua2//Gulir waktu bergantiEngkau menghilangTanpa tahu kabarAda, namun sepertiTak nampak pada gubukYang dahulu kita janji bersandarAku kini terseretPinggir jalananAku kini terpurukKolong jembtanLaluDimana engkau yang dahulu,Katanya mencintaiku dengan tulusWalaupun aku terburuk dalam kehidupan?SungguhAku tak lagi kau hiraukanKau mengganggapku hanyalahSampah jalananYang bauBersarang penyakit jikaSekejap kau indahkanSejujurnyaAku berharap engkau merangkulkuMerawat hingga tamatMelayakan hidup seperti halnya janji-janjimuAkankah engkauKembali mencintaiku?3//Dalam kesedihanYang berkepanjanganAku ingin kauMenepati janjimuMencintaikuWalaupun kini aku takSeindah dahuluWalaupun keluarga-keluargakuMelarat sosial cacatSejujurnya kiniaku menyesalMemilihmu dahulu sebagaiTeman hidupMaafMungkin lewat iniLewat kata yang sederhanaEngkau dapat melihatDapat membacaDapat mengambil maknaBahwa akuMenyesal telah mengindahkan janjimu dahuluSungguh sakitSebab kini aku baru menyadariAku tersesat dalam kata-kata cintamupenguasaNegeri11/08/21Demikianlah puisi untuk penguasa negeri baca juga puisi melawan ketidakadilan dan puisi pemimpin baru harapan baru dihalaman lain berkas puisi.
Oleh Noura Fadhila ~ Politisi MudaAda Yang HilangAda yang hilang tapi bukan cinta; Ada yang hilang namun bukan rasa; Atmosfir mencekam pada yang tak sejalan; Nyawa pun lagi kau cari; Karena tak kan berjumpa; Keadilan hilang jejak; Teroksidasi dalam ruang tertinggal tak lebih dari sekedar kata; Tak lagi berdefinisi; Kau beri makna sesukamu; Aku ikut saja mau mu karena kuasa milikmu... Air mata ku tumpah malam tadi; Saksikan pribadi kau paksa bersalah; Koruptor bukan, ter*rispun bukan; Hanya lelaki tua dengan follower real dalam jumlah tak terbilang...Aku satu dari sekian lainnya; Mengkritisnya tanpa henti; Namun saksikan ketidakadilan berlaku atasnya; Nalarku tak bisa ku paksa bungkam...Tau kah kau bagian paling menyakitkan dari semua ini; Saat kalian paksakan logika kalian pada kami; Mohon hentikan melecehkan kemampuan bangsa ini mengunakan nalarnya; Buatlah analisis hingga hipotesis sesuai versimu dan hari ini kuasa masih milik mu; Namun jangan lupakan 6 nyawa anak manusia; Menunggu keadilan; Jika kini keadilan tengah hilang jejak; Nanti kan ada waktunya bertemu...Jika tak di dunia; Mahkamah Tuhan pasti kan hadirkan; Hati ku patah pada negara; Karena biarkan keadilan hilang jejak; Aku bahkan tak lagi berani berani menuliskan isi pikiranku dengan diksi telanjang dalam tulisan panjang bersama analisis tajam agar tak hilang hipotesis akhir ku kelompok muslim hanya menang dalam jumlah-hanya berguna saat pemilu.... Namun tak miliki posisi tawar apapun sesudahnya.... Tak ada pilihan kalian paksa kami buat pilihan....Baca juga puisi pendek tentang persahabatan dan harapanRamadanku Datang Lebih AwalTahun belum juga berganti; Namun, ramadaan kali datang lebih awal; Puasa sekian hari tanpa henti; Ramadan kali ini sepertinya lama akan tinggal...Jadilah rakyat sebentar saja; Agar tau rasanya ramadan datang lebih awal; Lapar dan dahaga hanya tuntas bersama senja; Lapar itu nyata kawan!!! bukan gombal...Beras sekantong yang tak perna cukup dimakan sebulan; Mie 3, 4 bungkus bersama sarden 2 kaleng; Bekal rakyat hidup sebulan; Sejahterah hanya bualan!! janji hidung belang;Hanya setia pada kawan sejawat; Pada sesama pemilik kuasa; Rakyat sekarat; Kalian masih bicara kuasa; Ajal di depan mata... Covid mewabah!! Gizi kami tak ada; Negara kamu dimana! Kami rakyat menderita; Kami anak kandungmu! Ramadan datang lebih awal; Mungkin kan tinggal menahun... Sikuat kan hidup kekal; Si lemah kan segerah punah tak sampai hitungan tahun; Ini kisah pilu bangsaku; Bukan penggalan dongeng;Tak lagi bisa ku ajak berdamai... nalar dan mataku; Hanya Air mata dalam puisi cara ku bertutur Damai dan jayalah bangsa dan negara ku; Sejahteralah seluruh rakyatnya; Semoga kasih sayang dan perlindungan Allah selalu ada untuk kita semua...Sajak Perlawanan Saat cintaku pada negara; Kau balas water cannon dan gas air mata; Kemana lagi harapan rakyat akan bermuara; Kerena janjimu isinya hanyalah dusta...Kuasa merampas kewarasanmu; Kuasa melumat habis sisa kemanusian mu; Kau tak lagi kenal dirimu; Cinta hilang jejak dalam nalar mu...Negara dan bangsa tak perna menuntut lebih; Namun jiwanmu tak kenal kata puas; Kau minta kami rakyat bersabar hingga letih; Janjimu sejahtera!!! namun pemuda kau hadapi dengan beringas...Mereka anak-anak bangs; Seburuk itukah cinta kami hingga water cannon dan gas air mata balasannya?? Coba tunjukan cinta milikmu pada bangsa dan negara; Yang berbalas gaji ratusan juta, rumah dinas hingga kekuasaan...Jika cinta kami sepenuh hati pada bangsa dan negara; Alasan kalian perlakukan kami layaknya kriminal; Lantas masih pantaskah kalian menyebut diri kalian pemimpin-pemimpin negara...Karena cinta mu berpamrih; Cinta tak lagi kau kenal; Kau dengar suara rakyat; Kau lihat derita rakyat; Namun kau paksakan omnibis law dan cipta kerja sah sebagai undang-undang... Kalian ingin kami semua bungkam! Alasan nalar kewarasan kami berang; Mengapa pasal merugikan rakyat kau akomodir; Sementara suara rakyat kau abaikan; Dewan Perwakilan Rakyatkah atau Dewan P*ngh* keputusan!!! Ekpresi cinta pada bangsa dan negara... Hanya itu yang mampu kusaksikan; Dalam Gelombang perlawanan pada Omnibus Law dan Cipta kerja; Entah dalam pandanganmu, entah dalam adalah seni; Seni berteriak dalam diam; Hening terlihat sepi; Namun gaduh dalam pemikiran...Jangan kau pikir saat hening; Segala kan baik-baik saja; Khawatirlah saat hening kian merayap; Bergrilya dalam diam; Hening bermuara pada hadir ketika salah tak lagi terbilang; Suara-suara tak lagi di dengarkan; Kau hanya asyik masyuk bersama pertanda alam; Jika kau mau renungkan; Cara Tuhan memintamu kembali ke kesadaran; Namun pilihan selalu ada pada mu...Penamu tuliskan cerita lanjutan; Lainnya menyesuaikan pada alurmu; Yang kau tulis kan jadi sejarah; Dongeng indahkah atau kegaduhan baru...Hening bertutur jujur; Berkisah tentang amarah; Diam jadi pilihan; Sebelum suara-suara lantang hadir kembali;Penamu tak perna lebih kuat; Tuhan telah tuliskan di Lauhil Mahfuz; Siapa kan jadi apa...Jangan kau paksa hening terus tinggal; Hening tak berarti diam; Hening membungkus kobaran amarah; Hening kan jadi dendam politik baru...Tersublimasi sementara dalam pikiran publik; Khawatirlah pada yang tak terkatakan; Benihnya tumbuh subur dalam pikiran...
Puisi kritik buat pejabat Negara. Pejabat negara yang mengerti arti berdemokrasi adalah dia yang bersedia dikritik serta menerima kritikan dari kritik yang dilancarkan kepada pejabat negara atau pemerintah merupakan bagian dari komunikasi antara pejabat dengan ini dikarenakan supaya para pejabat serta pemerintahan mengevoluasi kinerja yang dirasa masyarakat atau rakyat belum berjalan pada koridor yang patut juga digaris bawahi, bahwa, biasanya kritikan terhadap pemerintah dan pejabat negera yang biasa kita lihat ada dua kritikan yang bersifat positif, dalam hal ini yang kritik yang mengawasi dan mengevoluasi jalannya roda pemerintahan yang bertujuan agar dapat berjalan lebih baik dari yang bersifat negatif adalah kritikan yang mencari-cari kesalahan tanpa memberikan solusi dengan niat merupakan salah satu cara keturutsertaan warga negara mengawasi serta berpartisipasi mengawasi pejabat negara dan mengukur sampai di mana program dan kebijakannya ampuh dan benar-benar berguna bagi masyarakat dan waraga sekilas tentang kritik dan kritikan sebagai tema puisi kritikan yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak di kesempantan ini, dengan tema puisi kritik buat pejabat apa itu pejabat, pejabat adalah pegawai pemerintah yang memegang jabatan penting atau petugas pada suatu instansi yang menangani urusan adapaun masing masing judul puisi kritik buat pejabat negara yang diterbitkan diantaranyaPuisi melawan para penikamPuisi luka Kota tuaPuisi tanya-tanya konsestanTiga koleksi puisi kritik atau puisi kritikan, yang dapat menjadi contoh puisi atau referensi untuk menulis puisi tentang Puisi Kritik Buat Pejabat NegaraPuisi kritikan yang dipublikasikan puisi dan kata bijak ini merupakan puisi yang ditulis oleh seorang pemuisi bernama Ys Sunaryo. yang tentunya kata kata dalam baitnya merupakan kata kata kritikan puisi dan maknanya dari tiga puisi kritik tersebut, untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja puisinya berikut KOTA TUAKarya YS SunaryoKotaku karamDiterjang keserakahanMelumpur penderitaanHitam, tenggelamKau mengkalkulator kebahagiaanDi sabda kekuasaanLupa menghitung tangisanDi jutaan mata yang dipejamkanKini kau hendak pergiDi pesta paling judiKota hujan badaiKau pandai melambai-lambaiCiamis, 21 Maret 2018MELAWAN PARA PENIKAMKarya YS SunaryoPara penikam berkeliaranMatikan jalan kehidupanKorban bergelimpanganTak ada tempat pemakamanMereka disembilu ketidakadilanDianaktiri keberpihakanMenggelantung di takhta keserakahanPada kuasa uang dan gelap jabatanO, kerumunan orang-orang lukaBerjibun di gigil hujan deritaBanjir bersekutu dengan deras air mataDuka kemiskinan dan bencana tiada redaAgar semua tak lagi adaMestikah hadirkan kembali wajah-wajah purbaTanpa hadir gagah negaraDi utuh hutan dan sawah, mereka berdiri sendiri, di kaki sahaja bahagiaTanpa rupa-rupa ketakutanMelawan mesin-mesin kemodernanTanpa jenis-jenis pemberdayaanHemat biaya perubahan-perubahanBandung, 12 Maret 2018TANYA-TANYA KONTESTANKarya YS SunaryoApakah kalian masih kontestan yang segalanya dulu itu?Berlantang-lantang tentang hendak membentangkan keadilanDi para buruh yang terusir di lahan kampung halamanPada tanah subur namun hilang hak penguasaanDan gunung-gunung yang telah dirobohkanKami kembali dibariskanDalam kepastian bilangan kemenanganSambil katamu silahkan dituliskanRupa-rupa air mata penderitaanKatamu pula, janganlah lupaTentang nomor di atas kepalaDan satu saja warna benderaPasti berkibar-kibar di angkasaKelak bendera kembali menyapaDalam warna dan gaya serupaDi lain selera dan harga gincuBerbedak tebal tanya penuh raguApakah kalian masih kontestan yang segalanya dulu itu?Bandung, 10 Maret 2018Demikianlah puisi kritik buat pejabat negara. Simak/baca juga puisi-puisi kritik yang lain di blog ini, semoga puisi tentang kritik diatas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa pada tema puisi indah dan menarik selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. SAJAK-SAJAK UNTUK PEMIMPINPEMIMPIN 1 Pemimpin, pilihlah yang amanah Bukan yang serakahKendali emosinya selalu diasahDan tidak suka berkeluh kesahPemimpin, bukan yang ambisi Bukan yang sikut sana-siniMemiliki nuraniDan mulia budi pekerti 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Lihat Puisi Selengkapnya
puisi tentang pemimpin negara