mempengaruhiskala foto udara yang dihasilkan. Semakin tinggi pesawat udara, maka akan menghasilkan skala foto udara yang relative kecil namun cakupan cukup luas, akan tetapi obyek yang tampak jadi tidak begitu detil. Dan jika pemotretan dilakukan dengan ketinggian rata-rata, maka hasil foto udara adalah cakupan yang cukup luas dan PanjangBC = 13.6 cm x 1/100 = 1360 cm = 13.6 meter. Panjang CD = 29.8 cm x 1/100 = 2980 cm = 29.8 cm. Sehingga: Luas tanah = 13.6 meter x 29.8 meter. Luas tanah = 405 meter2. Walaupun cara menentukan luas bangunan ini kurang akurat, cara ini mempunyai kelebihan yaitu kecepatan dan kepraktisan menentukan luas tanah. MengutipIQAir, kualitas udara Ibu Kota Jakarta per 27 September 2021 pukul 11.00 WIB berada di angka 135 US AQI dengan PM 2.5 konsentrasi 36.6 ug/m 3.Sementara itu, tingkat kelembapannya mencapai 74%, tekanan 1010 mb, dan angin 5.5 km/jam. PM atau Particulate Matter 2.5 merupakan partikel udara berukuran 2.5 mikron (mikrometer) atau lebih kecil. Tidak seperti PM 10, PM 2.5 tidak bisa dilihat Udara Cara uji kadar nitrogen: 4: SNI 19-1501-1989: Cara uji kadar total oksida-oksida nitrogen di udara: 5: SNI 19-1658-1989: Udara, Cara uji kadar hidrokarbon total, metana dan monoksida: 6: SNI 19-2879-1992: Cara uji hidrokarbon C1 sampai C5 di udara: 7: SNI 19-2966-1992: Udara, Cara uji kadar timbal: 8: SNI 13-4703-1998: Penentuan kadar Pembahasanmengenai geometri foto udara akan difokuskan pada penentuan skala foto dan hitungan koordinat titik pada media foto udara, sehingga diharapkan mampu menggambarkan dan menerangkan geometri foto dan mengetahui berbagai cara penentuan skala foto udara dan bagaimana menentukan posisi suatu obyek di bidang foto. 37 E.1. CaraMenghitung Skala Peta - Sobat yang belajar IPS atau geografi pasti tak asing lagi dengan skala. Pada setiap peta pasti ada skalanya. Foto udara kec. wonosalam diambil dari pesawat 4000m. Sedangkan ketinggian wonosalam 500 m dpl dengan focus kamera 20 cm. Berapa skala foto udara tersebut? Menentukanskala foto udara yang telah tercantum difoto udara Mencari tinggi terbang (H) dengan rumus: Skala = f/H Cara pengukurannya adalah salah satu slope estimator diletakkan diatas salah satu foto udara stereo yang sedang diamati,dibawah stereoskop. Setelah itu orientasikan dan setel alat tersebut sampai bidang lerengnya sejajar atau Caramenghitung skala, dengan contoh mudah ya supaya gampang dipahami untuk kelas 6 sd☺️☺️ . Question from @Maya110207 - Sekolah Menengah Pertama - Matematika. Search. Articles Register ; Sign In . Maya110207 @Maya110207. December 2019 2 27 Report. LaporanPraktikum Fotogrametri II III-2Kelompok III-A 2. Software 1) PCI Geomatica V.10 2) Global Mapper III.1.2 Bahan Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah : 1. Foto udara Praktikum ini menggunakan foto udara sebanyak 11 buah yang discan menggunakan scanner 1200 dpi dengan format JPG dan dikonversikan ke format PIX. Bagaimanacara menentukan skala foto udara? Anda cukup mengukur jarak pada foto (photo distance) dan mengalikan jarak dengan faktor skala. Ingatlah bahwa skala selalu sama dengan rasio jarak foto dengan jarak tanah. Contoh: Skala foto udara adalah 1:15.000. Apa keuntungan dari peta ortofoto? Ortofoto adalah representasi akurat dari permukaan bumi. Skalaangka, pada peta akan tertulis seperti ini 1 : 2.500.000. (1 cm jarak dalam peta sama dengan 25 km) yang merupakan satuan jarak sebenarnya. Contoh : pada citra satelit dan foto udara. Peta garis, jenis peta yang menyajikan data alam serta kenampakan alam hasil buatan manusia, yang pada ini menggunakan titik, Cara untuk menentukan Skala(S) dihitung sebagai perbandingan jarak di citra (d) dan jarak di lapangan (D). S=d/D Skala adalah fungsi dari panjang fokus kamera (f) yang digunakan untuk mendapatkan foto dan tinggi terbang di atas objek (H'). Skala citra udara dapat dihitung melalui rumus sebagai berikut. S=f / H Contoh: Rumusbuat menghitung kelembaban nisbi merupakan menjadi berikut: Contoh Soal: Dalam 1m3 udara dalam suhu 20º C terdapat 25 gr uap air. Jumlah uap air maksimum pada 1 m3 udara pada suhu 20º C merupakan 50 gram. Berapa nilai kelembaban relatifnya? Jawab: Kelembaban nisbi = 25 x 100 %. MengenalApa Itu Google Maps . Google Maps adalah layanan pemetaan web yang dikembangkan oleh Google. Aplikasi ini menawarkan citra satelit, foto udara, peta jalan, pemandangan jalan panorama interaktif 360 ° (Street View), kondisi lalu lintas waktu nyata atau real- time, dan perencanaan rute untuk bepergian dengan berjalan kaki, mobil, sepeda, udara (dalam versi beta) dan transportasi umum. CaraMengukur LDR (Light Dependent Resistor) dengan Multimeter. Alat Ukur yang digunakan untuk mengukur nilai hambatan LDR adalah Multimeter dengan fungsi pengukuran Ohm (Ω). Agar Pengukuran LDR akurat, kita perlu membuat 2 kondisi pencahayaan yaitu pengukuran pada saat kondisi gelap dan kondisi terang. BMwi8v3. 1. Penentuan Skala Citra Peledak Jumlah gambaran yang bisa disajikan pada satu foto udara salah suatu faktornya mengelepai plong nisbah foto. Skala dapat dinyatakan perumpamaan n partner jarak, pecahan representatif, atau skala. Bak komplet, jikalau jarak citra mega 1 mm mewakili 50 meter di lapangan, skala citra udara dapat ditulis 1 mm = 50 m antagonis unit atau 1/ bongkahan representatif atau 1 perbandingan. Sama halnya dengan rasio lega denah, penyebutan skala sreg foto pula dikenal adanya skala lautan dan skala boncel. Foto nan berskala besar adalah foto yang n kepunyaan skala 1 Karena foto ini menunjukkan ketampakan kancah yang ukurannya makin besar dan relatif dapat diperinci. Bandingkan dengan foto awan berskala 1 membentangkan isi seluruh kota akan menunjukkan ketampakan nan ukurannya lebih kerdil dan kurang rinci. Pendirian yang paling kecil mudah untuk menentukan apakah sebuah foto mega teragendakan ke dalam rasio osean ataupun skala kecil yaitu Ia harus mengingat bahwa incaran nan sama terlihat lebih mungil plong foto peledak nan skalanya lebih kerdil dibandingkan foto nan skalanya kian besar. Metode nan cepat buat menentukan neraca foto merupakan mengukur jarak di foto dan di lapangan antara dua titik yang dikenal. Syaratnya dua noktah tersebut harus dapat diidentifikasi di intern foto dan pada denah. Skala S dihitung sebagai nisbah jarak di citra d dan jarak di pelan D. S=d/D Skala yaitu fungsi pecah tahapan fokus kamera f yang digunakan lakukan mendapatkan foto dan tinggi terbang di atas korban H’. Neraca citra udara dapat dihitung melalui rumus misal berikut. S=f / H Sempurna Perekaman suatu target dilakukan dengan menggunakan kamera nan n kepunyaan panjang fokus 30 mm f. Tataran terbang pesawat meter di atas permukaan laut H dan izzah korban 300 meter di atas rataan laut h. Berapakah skala citra udara tersebut? Jawab S = f/H-h S = 30 / 3000-300 S = 30 mm / 2700 m S = 3 cm / cm S = 1 Bintang sartan, neraca citra gegana tersebut adalah 1 Perhitungan skala dilakukan dengan membandingkan janjang fokus dengan ketinggian gugup, tetapi jika pada citra gegana tidak dicantumkan ketinggian risau, prediksi skala boleh ditentukan dengan membandingkan jarak sreg citra gegana dengan jarak datar di lapangan. Perhitungannya bisa menggunakan rumus sebagai berikut. S = jf / jl Pemberitaan S = skala citra mega jf = jarak di citra jl = jarak menjemukan di lapangan 2. Jenis Foto Foto bisa dibedakan atas citra foto photographyc image atau citra udara dan citra nonfoto nonphotograpyc image. a. Citra Foto Citra foto yakni rangka nan dihasilkan dengan memperalat penapisan kamera. Citra foto dapat dibedakan atas beberapa bawah pertimbangan, yaitu misal berikut. 1 Spektrum Elektromagnetik yang Digunakan Beralaskan cak cakupan elektromagnetik nan digunakan, citra foto bisa dibedakan atas menjadi lima jenis, yaitu sebagai berikut. a Foto ultraviolet, yaitu foto yang dibuat dengan menunggangi spektrum ultraungu erat dengan panjang gelombang 0,29 mikro meter. Cirinya tidak banyak manifesto yang dapat diperoleh, tetapi untuk beberapa objek dari citra ini mudah pengenalannya karena daya kontrasnya nan ki akbar. Foto ini adv amat baik bakal mendeteksi bilang fenomena, seperti tumpahan petro di air laut, mengecualikan atap besi yang tidak dicat, dan jaringan urut-urutan aspal. b Foto ortokromatik, ialah foto yang dibuat meng gunakan spektrum tertentang, menginjak warna biru sebatas sebagian yunior 0,4–0,56 mikrometer. Sasaran akan tampak lebih jelas sehingga citra ini berarti bagi studi tepi laut menghafal filmnya peka terhadap korban di bawah permukaan air hingga kedalaman cacat lebih 20 meter. c Foto pankromatik, adalah foto yang menunggangi seluruh spektrum tampak mata mulai warna sirah sebatas ungu. Resep peka film intim seperti sensitivitas mata bani adam. Foto ini sesuai bakal mendeteksi fenomena pencemaran air, banjir, dan penyerantaan potensi air lahan. d Foto inframerah asli true infrared photo, ialah foto nan dibuat dengan memperalat spektrum inframerah dekat 0,9–1,2 mikrometer nan dibuat secara tersendiri. Karak teristik citra ini yaitu boleh mencapai bagian dalam daun sehingga warna pada citra inframerah tidak ditentukan warna patera tetapi oleh sifat jaringannya. Foto ini sesuai untuk mendeteksi ber bagai spesies tanaman dengan segala macam kondisinya. e Foto inframerah modifikasi, ialah foto nan dibuat dengan infra merah dekat dan sebagian spektrum tertumbuk pandangan pada warna merah dan sebagian warna hijau. N domestik foto ini, objek tidak segelap dengan menggunakan sinema inframerah sebenarnya sehingga dapat dibedakan dengan air. Foto ini sejadi untuk angket vegetasi karena daun hijau tergambar dengan kontras. 2 Sumbu Kamera Murang kamera dapat dibedakan berdasarkan sebelah api-api kamera ke bidang dunia, yaitu sebagai berikut. a Foto vertikal atau foto tegak orto photograph, yaitu foto yang dibuat dengan sumbu pemotret tegak lurus terhadap permukaan bumi. b Foto menuju ataupun foto serong oblique photograph, yaitu foto nan dibuat dengan sumbu kodak menyudut terhadap garis agak gelap literal ke latar dunia. Sudut ini umumnya sebesar 100 maupun kian besar. Namun, kalau sudut kemiringannya masih berkisar antara 1–40, foto yang dihasilkan masih digolongkan misal citra mengirik. Citra condong bisa dibedakan lagi menjadi dua, yakni laksana berikut. 1 Foto agak condong low oblique photograph, ialah jika cakra wala tidak tergambar plong citra. 2 Foto sangat condong high oblique photograph, yaitu jika sreg foto tampak cakrawalanya. 3 Sudut Liputan Kamera Berdasarkan kacamata liputan kameranya, citra foto dibedakan atas empat jenis. Perhatikan Diagram berikut ini. Sudut kecil Narrow Angle Sudut normal Konvensional Angle Tesmak Gempal Wide Angle Kacamata sangat Lebar Super Wide Angle 304,8 209,5 152,4 88,8 100° Sudut mungil Sudut lazim/ sudut standar Sudut lebar Sudut sangat lebar Berdasarkan jenis kamera nan digunakannya, citra mega dapat di beda kan ke dalam dua jenis, merupakan sebagai berikut. a Foto unik, yakni foto nan dibuat dengan kamera tunggal. Tiap daerah liputan foto belaka tergambar oleh suatu lembar citra. b Foto halal, yaitu beberapa foto nan dibuat kapan yang sama dan menggambarkan kawasan liputan yang sama. Proses pembuatan nya dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu seumpama berikut. 1 Multi tustel atau sejumlah kamera yang masing-masing diarah cerek ke satu incaran. 2 Tustel multi lensa atau satu tustel dengan beberapa suryakanta. 3 Pemotret tunggal berlensa tunggal dengan penerang warna. Foto jamak masih dibedakan menjadi dua jenis, yaitu bak berikut. 1 Foto multispektral, ialah beberapa citra bikin daerah nan seperti mana sejumlah kamera, atau suatu kodak dengan beberapa lensa, setiap lensa menggunakan susukan band yang berlainan, adalah biru, hijau, merah, serta infra merah pantulan. 2 Foto dengan kodak ganda, ialah pemotretan di satu daerah dengan menggunakan beberapa kamera dengan jenis gambar hidup nan berbeda. Misalnya, pankromatik dan infra biram. 4 Dandan yang Digunakan Berdasarkan corak yang digunakannya, citra awan boleh dibedakan ke dalam dua tipe, yaitu ibarat berikut. a Foto berwarna semu false colour atau foto infra merah bercat. Pada foto berwarna semu, corak incaran tidak begitu juga rona citra. Misalnya, vegetasi nan berwarna hijau dan banyak memantulkan skop inframerah, tampak sirah sreg foto. b Foto rona asli true color, ialah foto pankromatik berwarna. 5 Sistem Ki alat Berdasarkan variasi wahana atau ki alat yang digunakannya, citra udara bisa dibedakan ke kerumahtanggaan dua diversifikasi, yakni seumpama berikut. a Foto udara, adalah foto nan dibuat dengan mandu menggunakan kendaraan pesawat atau balon udara. b Foto satelit atau foto orbital, yaitu citra yang dibuat dengan meng gunakan media atau wahana bintang siarah. b. Citra Nonfoto Citra nonfoto adalah bayangan objek yang dihasilkan oleh pengawasan bukan kamera. Citra nonfoto dibedakan atas cak cakupan elektromagnetik nan digunakan, sensor yang digunakan, dan berdasarkan wahana yang digunakan. 1 Spektrum Elektromagnetik yang Digunakan Beralaskan spektrum elektromagnetik yang digunakan dalam proses penginderaan jauh, citra nonfoto dapat dibedakan ke dalam dua jenis, yakni sebagai berikut. a Citra inframerah termal, ialah citra yang dibuat dengan jangkauan inframerah termal. Penginderaan pada skop ini didasarkan atas perbedaan suhu bahan dan daya pancarnya sreg suatu citra yang tercermin dari perbedaan rona alias warnanya. b Citra radar dan citra gelombang mikro, yaitu citra yang dibuat dengan menunggangi spektrum gelombang mikro. Citra radar merupakan hasil penginderaan dengan sistem aktif, merupakan dengan sumber di luar tenaga surya sintetis. Adapun citra gelombang mikro dihasilkan dengan sistem pasif, yakni dengan menggunakan sumber tenaga saintifik matahari. 2 Sensor nan Digunakan Bersendikan sensor yang digunakannya, citra nonfoto bisa dibedakan ke dalam dua jenis, ialah seumpama berikut. a Citra tunggal, yakni citra yang dibuat dengan penapisan khas yang salurannya lebar. b Citra multispektral, yaitu citra yang dibuat dengan pemeriksaan jamak, hanya salurannya sempit. Citra multispektral masih dibedakan ke intern dua jenis, yakni sebagai berikut. 1 Citra RBV Return Beam Vidicon, ialah citra yang menggunakan sensor pemotret dan hasilnya tidak intern rancangan citra karena detektornya lain film dan prosesnya noncitragrafik. 2 Citra MSS Multi Spektral Scanner, yakni citra yang menggunakan sensornya boleh berupa cak cakupan tampak maupun skop inframerah termal. Citra ini dapat dibuat dari pesawat terbang. 3 Ki alat nan Digunakan Beralaskan ki alat yang digunakannya, citra nonfoto dibagi menjadi dua, ialah laksana berikut. a Citra Dirgantara Airbone Image, yaitu citra yang dibuat dengan wahana nan beroperasi di udara dirgantara. Contoh citra inframerah termal, citra radar, dan citra MSS. Citra dirgantara ini jarang digunakan. b Citra Planet Satellite Image, yaitu citra yang dibuat dari antariksa atau atmosfer. Citra ini dibedakan lagi berdasarkan penggunaannya, yaitu seumpama berikut. 1 Citra satelit bakal penginderaan planet. Misalnya, citra bintang siarah Viking Amerika Serikat dan Citra Bintang beredar Venera Rusia. 2 Citra Bintang siarah kerjakan penginderaan sinar. Misalnya, NOAA Amerika Perkongsian, dan Citra Meteor Rusia. 3 Citra Satelit untuk penginderaan sumur daya bumi. Misalnya, Citra Landsat AS, Citra Soyuz Rusia, dan Citra SPOT Prancis. 4 Citra Planet lakukan penginderaan laut. Misalnya, Citra Seasat AS dan Citra MOS Jepang. Demikianlah Penjelasan Penentuan Skala Citra Peledak dan Tipe Foto Penginderaan Jauh, kiranya bermanfaat. Source Rumus Skala Foto Udara Cara Mudah Menentukan Skala Peta dari Foto UdaraHello Kaum Berotak! Apakah Anda pernah mendengar tentang rumus skala foto udara? Bagi Anda yang sering bekerja dengan peta, tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah skala peta. Nah, kali ini kita akan membahas bagaimana cara mudah menentukan skala peta dari sebuah foto udara. Yuk, simak artikel ini sampai selesai!Apa itu Skala Foto Udara?Sebelum membahas lebih lanjut tentang rumus skala foto udara, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa itu skala foto udara. Skala foto udara merupakan perbandingan antara jarak pada foto udara dengan jarak sebenarnya di lapangan. Skala ini dinyatakan dalam bentuk nilai pecahan, misalnya 1 atau 1 Harus Mengetahui Skala Foto Udara?Mengetahui skala foto udara sangat penting dalam pembuatan peta. Dengan mengetahui skala foto udara, kita dapat mengukur jarak antar titik di lapangan dengan akurat hanya dengan mengukur jarak pada foto udara. Selain itu, skala foto udara juga dapat digunakan untuk menentukan luas suatu wilayah dengan menentukan skala foto udara, kita dapat menggunakan rumus sederhana sebagai berikutSkala Foto Udara = Jarak pada Peta / Jarak Sebenarnya di LapanganMisalnya, kita memiliki foto udara dengan jarak antara dua titik di peta sebesar 5 cm. Sedangkan jarak sebenarnya di lapangan antara dua titik tersebut sebesar 500 meter. Maka, skala foto udara dapat dihitung sebagai berikutSkala Foto Udara = 5 cm / 500 m = 1 perhitungan tersebut, dapat diketahui bahwa skala foto udara dari foto udara tersebut adalah 1 Menentukan Skala Foto Udara tanpa RumusSelain menggunakan rumus, kita juga dapat menentukan skala foto udara tanpa menggunakan rumus. Caranya adalah dengan menggunakan jangka sorong atau penggaris. Berikut adalah cara-caranyaSiapkan foto udara yang akan diukur dan jangka sorong atau dua titik yang akan diukur jaraknya di foto jarak antara dua titik tersebut dengan jangka sorong atau juga jarak sebenarnya antara dua titik tersebut di skala foto udara dengan rumus yang telah dijelaskan menggunakan cara ini, kita dapat menentukan skala foto udara tanpa menggunakan rumus dengan mudah dan Mengetahui Skala Foto UdaraMengetahui skala foto udara akan memberikan banyak keuntungan, antara lainDapat mengukur jarak antar titik dengan menentukan luas suatu wilayah dengan membuat peta dengan skala yang memudahkan dalam perencanaan pembangunan di suatu foto udara merupakan perbandingan antara jarak pada foto udara dengan jarak sebenarnya di lapangan. Skala ini dinyatakan dalam bentuk nilai pecahan, misalnya 1 atau 1 Dalam menentukan skala foto udara, kita dapat menggunakan rumus sederhana. Selain itu, kita juga dapat menentukan skala foto udara tanpa menggunakan rumus dengan menggunakan jangka sorong atau penggaris. Mengetahui skala foto udara akan memberikan banyak keuntungan, antara lain dapat mengukur jarak antar titik dengan akurat, menentukan luas suatu wilayah dengan akurat, membuat peta dengan skala yang benar, dan memudahkan dalam perencanaan pembangunan di suatu Jumpa di Artikel Menarik Lainnya! Skala merupakan perbandingan jarak dibidang foto dengan jarak pada permukaan bumi. Untuk menyatakan besaran skala dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu Unit Kesetaraan yaitu membandingkan nilai di foto udara dengan nilai sesungguhnya dipermukaan bumi, seperti 1 mm ukuran di foto udara sama dengan 100 meter di permukaan bumi. Jadi dapat diartikan jarak 1 mm di foto udara sama dengan 100 meter di lapangan. angka pecahan tanpa besaran yaitu dituliskan dengan angka pecahan sehingga ada pembilang dan ada penyebut. Pembilang biasanya dituliskan dengan angka 1 satu dan penyebut merupakan angka faktor skala. Sebagai contoh 1/5000. Nilai ini diterjemahkan dengan satuan yang sama yaitu 1 cm = 500 cm dan sebagainya. Perbandingan tanpa besaran yaitu membandingkan jarak di foto udara dan jarak dipermukaan bumi dengan tanda bagi. Dengan contoh 1 perbandingan ini dibaca 1 satu dibanding yaitu 1 satu satuan jarak di peta sama dengan satuan jarak di permukaan bumi. Untuk menentukan skala foto udara dapat ditempuh dengan berbagai cara, yaitu Membandingkan panjang fokus kamera yang digunakan dengan tinggi terbang pesawat. Panjang fokus kamera dapat dibaca pada informasi tepi foto udara demikian juga dengan tinggi terbang. Rumus untuk mencari skala adalah S = f/H dimana S = Skala foto udara f = Panjang fokus kamera H = Tinggi terbang pesawat diatas datum Membandingkan jarak di foto udara dengan jarak di permukaan bumi atau di lapangan. Cara ini harus dilakukan pengukuran jarak pada obyek yang sama pada bidang foto dan identifikasi di lapangan. Hasil pengukuran selanjutnya dibandingkan. Untuk mendapakan hasil yang teliti identifikasi yang benar sangant diperlukan demikian juga pengambilan data ukuran diusahakan melingkupi area foto udara. Rumus yang digunakan adalah S = df/dL dimana S = Skala foto udara df = Jarak di bidang foto udara dL = Jarak dipermukaan bumi Membandingkan jarak di bidang foto udara dengan jarak pada peta yang tersedia. cara ini tidak perlu kontak langsung dengan obyek di lapangan tetapi hanya sebatas pengukuran obyek yang sama di media peta. Peta yang digunakan harus mempunyai ketelitian yang dapat dipertanggung jawabkan seperti peta topografi, peta rupa bumi, atau peta lainnya. Skala dapat dihitung dengan rumus S = df/dp x Sp. S = Skala foto udara df = Jarak di bidang foto udara dp = Jarak di peta Sp = Skala yang digunakan Sumber Fotogrametri dan Penginderaan Jarak Jauh oleh Bambang Suyudi dan Tullus S, STPN 2014 Share Uploaded byAgus Geograf 0% found this document useful 0 votes4K views1 pageDescriptionSoal Foto UdaraCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes4K views1 pageContoh Soal Foto UdaraUploaded byAgus Geograf DescriptionSoal Foto UdaraFull descriptionJump to Page You are on page 1of 1Search inside document Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

cara menghitung skala foto udara